Senin, 01 Februari 2010

Ketidaksetaraan gender...?

hmmm..ini dia lanjutan dari postingan sebelumnya, karena masih terjadi di hari yang sama..
(kali ini gendud deh snake gw tercinta gw kasih makan terus,hehehe..)
tapi kali ini agak sedikit analisis,bukan jurnal full..

Begini... karena satu keperluan (beli kado), gw ditemani Geby berburu kaos tangan panjang buat bokap di Sinpasa (Pasar Modern Gading Serpong)..tentu aja begitu masuk PaMo ini kami langsung skimming setiap stok toko baju..dan yang terlihat dari kurang lebih 20 toko adalah : baju tidur anak2 dan wanita, pakaian2 wanita yang up to date paling banyak, toko baju batik..yg isinya 90% untuk wanita, seprai2 lucu, selendang, kain2, bahkan hingga..ehm pakaian dalam wanita...
Heiiiiii..ada apa ini?? apakah mata kami terlalu women-sentris ampe gak menemukan satupun pakaian yg bisa dipake pria?? (oke..batik sih ada beberapa) sampe-sampe kami memutari pertokoan sandang 2x...baru deh yakin mata kita gak salah..saat itu tercetus sedikit pemikiran yang berbau sosiologi diotak gw (bahkan sampe dirumah jg kepikiran lho) :

1. ternyata tugas Bu Endah ada gunanya..jadi teliti soal beginian

2. kenapa gak ada toko yang menjual pakaian sehari2 untuk pria? (itu dijawab gw sendiri dinomor berikutnya,hehehe)

3. orang-orang yang berjualan di pasar memiliki persepsi : yang ke pasar adalah Ibu2, jadi biar dagangan laku juallah barang2 yang disukai, dicari dan dibutuhkan wanita! karena wanita biasanya konsumeristiknya tinggi>>> padahal banyak juga bapak2 yang udah agak senior belanja setelah jogging disana, juga pria2 yang berjualan di pasar lho? mereka tak butuh baju kah??

4. Para Bapak kan biasanya yang mencari nafkah pagi-malem...jadi istrinya ke pasar cuma "terarah secara tak langsung" membeli aneka Sandang untuk diri sendiri dan anaknya? kok jadi kasian yah??ckckck..

5. Mungkin kah udah diarahkan oleh pihak developer kalo kaum pria ingin membeli pakaian ke tempat yang lebih elit (mall sebelah pasar) justru karena udah capek2 cari nafkah? jadi pakaiannya yang bagus, bermerek, di toko ber-AC dengan penataan rapi

6. Atau ada konspirasi lain dari pihak2 tersebut kalo kaum pria beli pakaian?cowo/pria butuh baju-->adanya di mall-->istri/anak ce/pacar diajak-->pasti ikut beli2an--> pemasukan toko bertambah!...hmm..semoga bukan kayak gitu,tp klo kata dosen bisnis gw..ga ada yg gak digunain buat menambah untung!

Yak, demikian sedikit analisis gw tentang keadaan "pasar" di sekitar tempat gw menimba ilmu saat ini. Kalo dipikir2 gw memasukkan materi UAS Sosiologi, Bisnis, dan Ilkom..dan sedikit ilmu "thinking outside the box" kewarganegaraan ala dosen gw,hehehe..
(ternyata pelajaran2 gw belom terbang setelah UAS =P)

3 komentar:

BankRaff beding mengatakan...

sungguh binggung gw, tapi setau gw, pria tak terlalu memikirkan masalah baju deh .., pakai kutang and boxer pun kita siap maju melawan dunia ... ahhahaahhah

bene krisna: sukapakesorjan mengatakan...

setuju ma bank raff! btw nice posting

vlairine mengatakan...

oooh..ternyata karena begitu yah makanya gak ada yg jualan pakaian pria?? tp kan kalo bapak2 butuh,hehehe..

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Labels