Selasa, 26 Oktober 2010

Sedikit curcol..

entah udah berapa puluh kali saya ingin menulis di blog. Bukannya hanya berbicara muluk-muluk berkata begini atau hanya ingin terlihat eksis di depan teman-teman sesama blogger. Sungguh ingin mengungkapkan isi hati melalui tulisan di blog. Banyak lho, draft draft di blog ini yang tidak mampu saya publikasikan atau belum rampung-rampung juga saya tulis..
Tetapi apa mau dilakukan, takdir berkata lain, waktu saya menulis di rumah hanyalah siang-malam, pagi-siang saya kuliah. Siang/sore begitu sampai di rumah hasrat untuk menutup mata sangat tidak tertahankan, malam hari waktu saya untuk menjamah komputer dan online tidaklah banyak, penghuni rumah lain menanti giliran menjamah komputer. Pernah waktu itu Krisna, sesama blogger di kelas memberi ide super cemerlang, yaitu menulis dulu di buku, baru dipindahin ke komputer! Wah, teknologi memang membutakan ide yah. Thx a lot buat mas Bene yang sudah memberi ide tsb! terpakai buat pelajaran CW lho :P

Ah, jadi curcol, tapi gapapa yah, kan blog pribadi, hehe..

Minggu, 10 Oktober 2010

Sejarah Perkembangan Tulisan

Iseng-iseng upload tugas bikin makalah pelajaran Perkembangan Teknologi Komunikasi, semoga bermanfaat :D

Sistem tulisan yang dikenal paling dahulu, mula-mula bergambar, tampaknya adalah sistem tulisan bangsa Sumeria (sekitar 3000 SM, di Mesopotamia). Beberapa pakar menunjukkan sebuah hubungan derivasi antara sistem tulisan ini dengan sistem tulisan Mesir Kuno dan bahkan sistem tulisan Cina. Meskipun berhubungan dengan sistem tulisan Cina tampaknya tidak mungkin ada.Tulisan Sumeria mula-mula digunakan hanya dalam konteks terbatas untuk keperluan administratif, ketimbang untuk komunikasi umum dan sastra. Tulisan ini kemudian diperluas rentangan dan pemakaiannya.

Dalam makalah ini, kita mengawali sejarah kajian linguistik dengan hasil-hasil yang telah dicapai bangsa Yunani kuno. Hal ini dikarenakan alasan yang sederhana yaitu bahwa para pemikir Yunani tentang bahasa, dan tentang masalah-masalah yang ditimbulkan penelitian linguistik, mengawali di benua Eropa kaji-kajian yang dapat kita sebut ilmu linguistik dalam pengertian yang paling luas, dan bahwa ilmu ini merupakan suatu fokus minat yang berkelanjutan dari zaman Yunani kuno hingga ke zaman sekarang ini dalam suatu urutan kepakaran yang tidak ada putus-putusnya.

Tulisan yang semula dalam huruf bergambar atau tulisan yang diciptakan orang Mesir dan di tempat-tempat lainnya, secara terpisah, seperti di Cina dan Amerika Tengah. Tulisan silabik yang kemudian menjadi sumber abjad Yunani barangkali diciptakan dengan meniru tulisan Mesir, dan secara bertahap diubah.

Perkembangan apa pun dari suatu sistem tulisan yang memungkinkan pencatatan secara visual, suatu bahasa sebagaimana bahasa itu diucapkan dan dipahami merupakan suatu hasil karya besar. Biasanya selama beberapa generasi dalam analisis linguistik yang secara khusus diterapkan atau diarahkan kepada kebutuhan-kebutuhan praktis. Akan tetapi, terlepas dari penemuan tulisan sebelumnya dan berlanjut dari tulisan itu, kita mempunyai contoh-contoh naskah Gramatiks Kuno dari Babilonia, yang berasal dari kurang lebih 1600 SM dan sesudahnya yang ditulis pada tablet dengan tulisan kuno berbentuk baji (cuneiformscript) yang menuliskan dalam bentuk contoh tasrif infleksi-infleksi kata ganti, kata kerja dan jenis kata lain dari bahasa Sumeria dengan padanannya dalam bahasa Akkadi (bahasa Babilonia).Tujuan karya ini adalah untuk pelestarian pengetahuan tentang bahasa Sumeria suatu bahasa yang telah menjadi bahasa mati, namun banyak menuliskan kesusastraan Babilonia masa lalu.

Sejak jaman Pra-sejarah atau yang dikenal dengan jaman batu, manusia belum mengenal tulisan. Untuk penyampaian maksud, mereka membuat gambar di dinding-dinding gua. Masyarakat jaman batu umumnya sangat kreatif, selain membuat gambar-gambar mereka juga membuat beberapa patung - patung yang sangat primitif.
Jaman dengan pesat berkembangan, seiring dengan datangnya kebudayaan-kebudayaan baru, maka tulisan yang dibuat orang pada saat itu juga berubah.

Aksara-aksara di dunia, secara umum dikelompokan dalam empat bagian besar:

1. Aksara PIKTOGRAF adalah jenis aksara yang berupa gambar-gambar.

2. Aksara IDEOGRAFIK , jenis ini dapat dilihat seperti tulisan Cina sekarang, aksara ini melambangkan benda-benda yang secar konkrit dapat dilihat atau dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Aksara SILABIK adalah aksara yang menggambarkan suku kata seperti halnya aksara India, Asia Tenggara Daratan dan beberapa dikepulauan Nusantara (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) dan juga di Jepang.

4. Aksara FONETIK, adalah jenis aksara yang berupa lambang fonem (lambang Bunyi) seperti yang kita temukan pada aksara Yunani, Rusia dan Gotik. Perkembangan selanjutnya, setelah bangsa Romawi menyempurnakan aksara-aksara tersebut dan kita kenal dengan tulisan sekarang.

Alphabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu.

Daerah yang Mula-Mula Menggunakan Sistem Alphabet.

Bangsa Semit sebagai yang pertama menggunakan sistem alphabet atau abjad, agaknya sudah disepakati oleh para sarjana. Namun, daerah mana dari daerah-daerah yang didiami oleh suku bangsa Semit yang lebih dahulu menggunakannya, masih saja terdapat perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka. Perbedaan pendapat ini makin terlihat setelah ditemukan beberapa bukti tertulis di kawasan Sarabit al-Khadim, yaitu suatu daerah yang terletak antara Fustat dan Adhruh, (bahagian timur Qulzum sekarang).
Inskripsi Sarabit al-Khadim ini oleh kalangan ahli, disimpulkan sebagai inskripsi tertua yang menggunakan sistem alphabeth (abjad). Diperkirakan bahwa inskripsi ini telah ditulis sekitar tahun 1850 sM.(Shiddiqi,1983) oleh orang-orang Sinai yang bekerja di tambang-tambang batu permata pyrus.

Penemuan inskripsi ini tentunya adalah acuan akhir yang menolak asumsi yang selama ini telah dikemukakan oleh para ahli bahwa orang-orang Phoenicialah yang pertama kali mentransfer Hierogliph menjadi tulisan alphebetis. Inskripsi Sarabit al-Khadim ternyata lebih tua beberapa abad dibanding dengan inskripsi Ahiram Yubail yang ditemukan oleh Monte di daerah Gebal purba (Byblos) yang merupakan bukti tertulis pemakaian pertama sistem alphabet oleh orang-orang Phoenicia. Dengan penemuan baru ini para ahli akhirnya dapat meyakini dengan tepat "jembatan" yang menghubungkan antara Hierogliph Mesir dengan alphabet Phoenicia. Karena selama ini mereka diragukan oleh perbedaan yang terlalu besar antara bentuk tulisan Mesir itu dengan bentuk tulisan yang digunakan oleh orang-orang Phoenicia, sehingga sangat sulit memastikan bahwa orang-orang Phoenicia yang pertama kali menggubah huruf-huruf Mesir ke dalam sistem alphabet.

Kenyataan bahwa Sinai yang pertama kali menggunakan alphabet dalam sistem penulisan mereka diperkuat pula oleh letak geografis daerah ini, yang ternyata lebih dekat dengan Mesir serta bentuk tulisan yang tidak terlalu menyolok perbedaannya.

Wilayah Perkembangan Sistem Alphabet

Sistem alphabet Sinai pada waktu kemudian berkembang ke beberapa wilayah, diantaranya ke Phoenicia. Oleh orang-orang Phoenicia, sistem penulisan Sinai ini dikembangkan sedemikian rupa. Beberapa karakter huruf disempurnakan serta disusun atas dasar dasar bunyi yang dilambangkan. Karena itu asumsi bahwa orang-orang Phoenicia yang pertama menggunakan sistem alphabet dianggap beralasan sebelum ditemukannya bukti tertulis di wilayah Sinai (inskripsi Sarabit al-Khadim seperti telah dikemukakan terdahulu. Namun, peranan orang-orang Phoenicia dalam menjembatani pengembangan alphabet ke beberapa kawasan Eropa memang sukar untuk dibantah.

1. Jazirah Arab Utara, Asia Kecil dan Eropa

Dalam perkembangannya ke utara, alphabet Sinai memperoleh kemajuan yang sangat pesat. Alphabet ini akhirnya, selian melahirkan alphabet Phoenicia, juga telah menurunkan tulisan Ibrani dan Aramia. Dari ketiga rumpun tulisan yang biasa disebut dengan Tulisan Semit Utara ini berkembang secara lebih luas lagi dan melahirkan tulisan-tulisan besar yang digunakan hingga saat ini.

Tulisan Phoenicia dibawa ke Yunani oleh Cadmus, dan dari sini berkembang menjadi tulisan Etroska yang merupakan cikal bakal pertumbuhan tulisan Romawi Barat yang dipakai di bahagian terbesar Eropa pada saat itu. Pengembangan lain dari tulisan Yunani telah pula dilakukan oleh salah seorang uskup Konstantinopel, Cyrillius dan Methodus. Tulisan ini mendapatkan perkembangan seiring dengan perkembangan agama Kristen di Slavia, Rusia, Ukeraina, Serbia, dan Bulgaria. Diketahui bahwa tulisan yang berkembang di Slavia ini tidak semata-mata berasal dari Yunani, akan tetapi juga memasukkan unsur-unsur tulisan Ibrani. Hal ini disebabkan oleh adanya bunyi-bunyi Slavia yang tidak terdapat dalam bahasa Yunani (Mario Pei,1971:81).

Dari rumpun Aramia (Aramaic) telah melahirkan tulisan Syryani, Nabthi, Tadmury (Palmyra) dan tulisan Pahlavi yang merupakan tulisan asli bangsa Persia. Di bahagian lain alphabet Sinai telah pula menurunkan tulisan Devanagari kuno di India. Kita telah mengetahui bahwa banyak sekali tulisan yang terdapat di kawasan Asia selatan dan tenggara berasal dari tulisan Devanagari ini, karena tulisan ini berkembang seiring dengan penyebaran agama Budha. Tulisan kuno di India. Kita telah mengetahui bahwa banyak sekali tulisan yang terdapat di kawasan Asia selatan dan tenggara berasal dari tulisan Devanagari ini, karena tulisan ini berkembang seiring dengan penyebaran agama Budha. Tulisan Siryani dan Nabthy dalam perjalanannya ke bahagian selatan jazirah Arab telah bergabung dengan karakter tulisan yang berasal dari jazirah selatan ini, terutama pada masa perluasan kerajaan Anbath ke hampir seluruh jazirah Arab pada abad pertama Masehi. Penggabungan inilah yang pada akhirnya menurunkan tulisan Arab kuno hingga menjadi tulisan Arab seperti yang berkembang saat ini.

2. Jazirah Arab Selatan

Perjalanan alphabet Sinai ke bahagian selatan jazirah Arab telah mengembangkan tulisan yang terdapat di kerajaan-kerajaan Arab Selatan, seperti kerajaan Saba`, Minaiyah dan lain-lain. Hanya saja tidak diperoleh keterangan yang pasti tentang tulisan yang digunakan oleh masyarakat di kerajaan Arab selatan ini pada waktu sebelumnya. Beberapa asumsi mengatakan bahwa tulisan yang digunakan masyarakat Arab pada waktu itu berasal dari tulisan Demotic (tulisan rakyat Mesir kuno). Setelah masuknya alphabet Sinai ke wilayah ini, barulah dikenal satu jenis tulisan yang telah menggunakan sistem alphabet, dan banyak persamaan bentuk dan karakter hurufnya dengan alphabet Sinai, sebagaimana dapat diperhatikan pada tabel terdahulu. Tulisan Arab selatan ini kemudian dikenal dengan Musnad.

Bila diperhatikan lebih jauh bentuk dan karakter lambang huruf Musnad, maka makin kuat dugaan bahwa karakter Sinai lebih banyak mewarnai pembentukan lambang huruf-hurufnya, dibanding dengan tulisan asli masyarakat Arab selatan yang dianggap sudah ada itu. Kenyataan itu agaknya juga memperkuat dugaan bahwa setidaknya Arab selatan mendapat pengaruh dari alphabet Sinai dalam waktu yang bersamaan dengan Phoenicia. Namun sementara ahli telah berkesimpulan lain, yaitu bahwa alphabet Arab selatan merupakan perkembangan dari alphabet Phoenicia yang dibawa ke wilayah ini melalui jalur perdagangan.

Perkembangan tulisan Musnad ke utara pada akhirnya bergabung dengan tulisan-tulisan Semit utara dan melahirkan tulisan Arab kuno (Hyry). Tulisan-tulisan Arab itu, setelah agama Islam lahir, ternyata memperoleh perhatian khusus bagi penganutnya.

Oleh karena itu, tulisan ini akhirnya makin berkembang dan meluas dengan pesat bahkan melampaui batas-batas wilayah yang menggunakan bahasa Arab. Bersama Al-Qur`an, tulisan Arab telah meluas ke berbagai bangsa dan bahasa, seperti Fula, Hausa dan Swahili di Afrika, Melayu, Sunda dan Jawa di Indonesia, bangsa Moro di Phillipina, Urdu dan Punjabi di India, Persia di Iran dan pelbagai bahasa Turki di Uni Sovyet (Mario Pei,1971:81).

Dari Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dari akar alphabet Sinai telah melahirkan dua bentuk tulisan besar yang digunakan secara luas hingga saat ini, yaitu tulisan Romawi --yang pada akhirnya dikenal dengan tulisan Latin--, dan tulisan Arab. Kedua bentuk tulisan ini, kendatipun sama-sama berasal dari rumpun yang sama, yaitu Sinai, tapi dalam perkembangannya terdapat perbedaan-perbedaan yang prinsipil pada karakter huruf dan cara penulisan. Dalam tulisan Romawi, lambang-lambang konsonan dan vokal memperoleh tempat yang sama pada penulisan, sementara pada tulisan Arab --seperti juga tulisan Ibrany dan Siryani (Semit utara)-- , lebih menonjolkan huruf (lambang) konsonan saja, sedangkan lambang vokalnya diserahkan sepenuhnya pada pengertian pembaca. Barulah pada perkembangan akhir (setelah Islam), lambang vokal dicantumkan pada penulisan, akan tetapi berupa tanda-tanda khusus yang ditempatkan di atas atau di bawah lambang konsonan. Perbedaan lainnya ialah bahwa tulisan Arab ditulis dari kanan ke kiri, sedangkan tulisan Romawi ditulis sebaliknya

Sekilas sejarah aksara di Indonesia.

Tanda sebuah jaman sejarah dalam masyarakat antara lain adalah hadirnya tulisan sebagai komunikasi penting dalam kehidupan keseharian.

Di Indonesia temuan tertua pertama adalah prasasti Mulawarman dari kerajaan Kutai yang bertuliskan huruf Palawa (Daerah India Selatan). Inilah yang menandakan datangnya era sejarah tulisan di Indonesia ( abad V Masehi).

Aksara di Indonesia di pengaruhi tiga budaya besar di dunia :

  1. India (Hindu-Budha) disebut juga periode klasik;

Di Indonesia lebih cenderung memakai aksara India Selatan yang disebut Palawa (Sumatera, Jawa, Bali). Masuk ke Indonesia berkaitan erat dengan hubungan niaga/ perdagangan. saat itu kedudukan aksara Palawa dan bahasa Sansekerta merupakan tulisan dan bahasa multinasional yang mempunyai kontak dengan India. Kehadiran aksara Palawa di Indonesia memicu perkembangan lebih lanjut dalam penggunaan tulisan sebagai media komunikasi pada sejarah Indonesia.

  1. Arab, yang disebut juga dengan periode Islam.

Abad XIII, periode klasik berakhir bersama runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur dan kerajaan Pajajaran di Jawa Barat. Penyebaran agama Islam di Nusantara mulai mengurangi pengaruh Hindu dan Budha. Budaya setempat + kebudayaan Arab = Aksara Arab Gundul, disebut juga aksara Arab Melayu.

  1. Eropa, yang dikenal dengan istilah periode Kolonial.

Kehadiran bangsa Eropa yang mengadakan hubungan dagang, terkait erat dengan penyebaran dan pengenalan aksara Gotik (Portugis) dan aksara Latin (Belanda) 1522.
Aksara Latin-lah yang kemudian diterima dan dijadikan aksara Nasional yang kita pakai sekarang ini (1705). Pada abad XVII, kertas sebagai materi untuk menulis, pertama kali didatangkan dari Eropa dan Cina. Pada tahun 1851 mulailah adanya penerbitan buku-buku pelajaran yang memakai bahasa Latin.


~dari berbagai sumber~

Minggu, 29 Agustus 2010

another reflection..

melupakan perasaan itu hal yg sulit..
manusia tidak akan pernah melupakan kejadian apapun didalam hidupnya..yang dilupakan adalah RASA saat ia mengalami kejadian tsb. Saat ini adalah saat-saat transisi terberat dlm hidupku,dibalik usahaku yang selalu diam,tenang dan ceria aku banyak menyembunyikan segala kegalauan dan keperihan hati yang tak mampu kubagikan kepada teman-temanku,aku merasa..terlalu remeh dan cengeng jika semua hal saat susah saja banyak kubagikan ke teman-teman..tak adil kan??
tak terasa setahun sudah terlewati ketika aku mulai mencoba untuk membuka hati dan menghadapi traumaku..tak kukira pula tak sampai setahun keberanianku ini kembali hancur..setelah lebih dari sebulan kadang aku yakin aku mampu melupakan rasa itu,tapi ketika si pemicu rasa itu terus melancarkan 'serangan-serangan' aku menjadi goyah,selalu saja hampir terbawa arus lagi..tidak..tidak mungkin lagi aku kembali seperti itu, aku tidak mau tersakiti oleh hal yang sama di tempat yang sama dan oleh pelaku yang sama lagi, mungkin yang KEMARIN adalah karma untukku atas perbuatanku yang sudah mengecewakan beberapa temanku.
sungguh aku kesal sekali ketika di dada ini selalu bergemuruh rasa ngilu,dingin, dan sakit yang amat sangat ketika aku harus menghadapi kenyataan, adakalanya TIDAK TAHU memang lebih enak, tapi rasa INGIN TAHU manusia alami tak terbendungkan, seringkali membuatku lupa bahwa rasa ingin tahuku ini selalu berujung pada menghangatnya pelupuk mata.
gosh..aku harus tegas meninggalkan rasa itu,seperti tegas dalam menjauhi iblis, saat ini iblis bagiku adalah rasa itu..kurasa, keberadaan teman-temanku di sekitarku sudah sangat membantuku menghadapi iblis ini..

Sabtu, 07 Agustus 2010

inspirasi mentok

hmmm..mungkin ini posting terpendek di blog ini..entah kenapa rasanya kalo gak kuliah itu inspirasi mandeg,mentok,gak jalan banget,pengen nulis blog tapi otak dan dan kelu,hahaha

Kamis, 27 Mei 2010

Count Your Visitor

Minggu kemaren, setelah agak dipaksa oleh matkul PTM buat 'ngebedakin' ulang blog, akhirnya gw menemukan cara yang enak dan mudah (kayak masak aje) buat naro Counter buat blog, bisa buat pernak pernik blog laennya juga kok..

Gini caranya :
1. cari web penyedia blog counter di google, ketik aja "Counter for Blog" trus cari cara yang khusus buat Blogger, atau klik web ini trus ikutin semua petunjuk disana
2. kalo udah nentuin model Counter apa yang lo suka, copy kode yang tersedia dibawah contoh counter yang dipilih.
3. buka dasbor blogger, masuk ke Tata Letak
4. Di bagian "Tambah Gadget" pilih yang HTML/Java Script, trus masukin deh kode html yang td di copy isi judulnya juga dan klik SIMPAN
5. Liat preview hasil perubahannya (pratinjau) dan di blog anda udah ada penghitung jumlah pengunjungnya deh^^

Penghitung pengunjung penting juga lho..walaupun keliatannya sepele, tapi bisa berfungsi dua hal pokok :
- buat empunya blog, bisa tau blog nya udah di kunjungin berapa kali
- Kalo angka pengunjung udah lumayan gede kan jadi kebanggaan tersendiri buat si empunya blog, dan punya "gengsi" tersendiri gitu di dunia per-blog-an,hehehe

Selamat mencoba!^^

Kamis, 20 Mei 2010

Refleksi

Tau gak sih kenapa kalo hidup di pedalaman/desa itu lebih tenang? karena jauh dari tuntutan duniawi dan jauh dari teknologi. Buat gw, kerasa banget bedanya saat hidup 8 hari 98% tanpa teknologi ama sehari2 yang 100% full teknologi. Ada baiknya memang kalo kita paling ngga menyisihkan waktu sedikit buat full tanpa teknologi dan urusan duniawi, hidup rasanya jauh lebih ringan, ga ada beban pikiran berlebih, ga usah mikirin tuntutan tugas, besok harus ngapain, kewajiban ya sederhana aja, gak kompleks2 banget, mungkin memang jadi gak mikirin masa depan jauh2 banget, tapi kan jarang-jarang kita melepas hal-hal duniawi ini..

Belakangan ini rasanya suram banget, meskipun lingkungan di kampus cukup menyenangkan, tapi gw udah lama banget gak ngerasain rasanya tertawa lepas dan bahagia banget kayak dulu2 (makin tua kebahagiaan itu makin mahal lho) gak bisa lagi kayak anak kecil yang ringan aja, hepi terus..

I really need cheerful and peaceful from all of you, my family, my friends..
but no one wants to give it as she/he realize I need it..
I must ask and ask to them,but soft reject I got from them..
how can I get it anymore if when I ask it no one can fulfill it?

Hal ini baru gw sadari setelah gw ngejalanin semacem latihan bersama keluarga ketiga gw. Disitu gw mendapati bahwa ternyata gw keras dan suram didalam meskipun cerah ceria tenang diluar!! Wah, gw sendiri aja kaget waktu ngedenger hal itu..tapi setelah gw refleksi diri sendiri..bener juga yah..seringkali perbedaan ini membuat gw sering 'meledak' bagai time bomb kecil saat otak ini udah kepenuhan ampas pikiran..
Fiuhh...apakah gw masih kurang terbuka? masih terlalu introvert? tidak mau membuka diri buat bantuan dari orang sekitar yang ternyata udah memberi yang gw mau selama ini?? What should I do??

Selasa, 18 Mei 2010

Fenomena Sirkus Impor



Komoditas impor ternyata tuh ga cuma barang atau makanan lho, ternyata entertainment live juga bisa impor!
Baru-baru ini, tepatnya tanggal 16 April-16Mei 2010, sebuah kawasan perumahan di Tangerang Selatan kedatangan sirkus yang diimpor langsung dari Rusia. Maraknya spanduk, pamflet, advertise board yang mengiklankan tentang sirkus ini udah merajalela sejak sebulan sebelumnya. Belum lagi sekitar 2 minggu sebelum pertunjukan perdana, terlihat kesibukan para pekerja bangunan yang merombak habis lahan nganggur di sebelah Mall di perumahan ini, bayangin aja, biasanya kan sirkus nempatin lapangan atau suatu tempat yang emang udah jadi, tinggal tancep tenda aja gitu. Nah, sirkus ini rupanya sangat spesial, lahan nganggur yang penuh dengan pohon dan rerumputan dibabat abis, dipasangi konblok, kerangka tenda raksasa dibangun, dibuat pula setting padang pasir mini lengkap dengan pohon palem tingginya..dahsyat bukan? Seakan-akan sirkus ini mau permanen show di situ, kita sih sebagai salah satu tetangga terdekat sirkus ini seneng-seneng aja ada hal baru yang bisa diliat, ga melulu mall sederhana yang kita kunjungin tiap hari.

Dalam waktu sekejap, bangunan atau tenda raksasa dengan warna norak-merah-kuning ini pun jadi. Pas tanggal 16 April, rombongan sirkus ini ngadain pers conference, gw sempet lho nonton pers conference nya, pemainnya tinggi tingiii, gw yang saat itu emang udah ngebet nonton atraksi mereka, makin pengen buat nonton, terlebih dengan penawaran harga tiketnya yang buy one get two kalo bayarnya pake kartu bank swasta ternama. Waktu itu, gw mendengar kabar bahwa tiket buat show perdana udah sold out! wuih...ga nyangka kalo sirkus ini ternyata setenar itu, bahkan kabar berikutnya yang gw denger (soalnya gw ke mall tempat beli tiketnya setiap hari abis ngampus)tiket buat weekdays udah sold out sampe seminggu!ckckck...

Nah, mendengar kabar kayak gitu membuat gw makin mendesak bokap buat segera beli tiket, eh iya, gak cuma gw kok yang ngebet, ade n nyokap gw juga lho,hehe.. Akhirnya bokap pun mampir beli tiket dlu, dan itupun gw beli tiket buat show seminggu setelahnya yakni tanggal 29 April. Saat itu ditempel pemberitahuan disamping 'loket' gini "Tiket untuk hari Jumat habis hingga bulan Mei" Oh iya, waktu show nya itu jam 18:30 buat weekdays, dan buat weekend ada 4 show : 11:00, 14:30, 17:00, 19:30.

Oh, ini bukan klimaksnya! ternyata kondisi yang begini masih biasa, menginjak bulan Mei, seiring dengan publikasi TV yang memberitakan artis ini itu yang nonton sirkus bareng orang-orang tercinta, makin rame lah orang yang berbondong-bondong buat beli tiket, kesannya "Gak nonton gak gaol" hahaha.. belom lagi acara TV liburan hari minggu C*****S yang salah satu edisinya full meliput atraksi-atraksi sirkus ini, bikin orang-orang makin penasaran dan yang belom kebagian tiket makin ngiler, gw yang udah nonton Sirkusnya pas ngeliat acara ini malah excited : performnya lebih jelas keliatan dibanding nonton live! secara gw duduk di bangku ekonomi yang letaknya di sebelah kanan panggung (gw pun menyadari cewe2 nya ga semuanya secantik yang gw kira dari jauh,hehehe) kesimpulannya : lebih enak nonton di TV! Padahal, pas acara C******situ menayangkan liputan ini, setau gw tuh tiket udah abis-abisan, sisanya cuma kelas yang 'murah-murah' aja. Ternyata bener aja, sekitar 2-3 hari kemudian, dipasanglah spanduk "Extra Show" disitu tertulis show tambahan diadakan 5x (kayaknya) tiap jam 16:00, wuihh...cuan (untung) banget nih S*******n sebagai penyedia tempat!

Ternyata demam nonton sirkus kembali melanda gw, gw yang udah tenang-tenang aja karena uda nonton, tiba-tiba jadi calo tiket dadakan buat kerabat-kerabat yang mendadak ngebet nonton sirkus juga, padahal waktu show udah tinggal semingguan lagi. Alhasil, lumayan ribet juga ngurusin antara permintaan kelas,hari dan jam show ama sisa bangku yang ada, bolak balik nelpon (ditelpon sih) trus ngomong ama penjual tiketnya, baru selesai beli..eh titipan dateng lagi..baru selesai beli dan nyimpen kartu atm..ehh ada ibu-ibu yang numpang minjem atm biar dapet diskon..yaudalah ya..ternyata gini toh rasanya 'nyalo' tiket,hehehe..

Oh iya, ini nih klimaksnya :
1. Kata mbak-mbak yang jual tiket, ada orang-orang yang dateng khusus dari luar kota kayak Bandung, Garut..ahh deket itu mah, yang lebih jauh : Kalimantan, Ujung Pandang..semuanya berebut beli tiket ampe nunggu 2 hari!ckckck..
2. Antrian beli tiket pas hari H udah mulai dari jam 5 pagi! padahal buat ambil nomor antri aja yang cuma tersedia 130 nomor..di akhir2 malah pada ngantri dari jam 11 malem.lho? udah ga masuk akal deh..
3. Kabarnya, 5 extra show langsung sold out tiketnya di hari pengumuman itu keluar!
dan masih banyak lagi yang luput dari mata n telinga gw,hehehe..


Overall, sirkusnya sih biasa aja tuh, sirkus lokal milik Indonesia sendiri gak kalah kerennya..memang sih keren atraksinya, tapi sungguh gak masuk akal untuk ukuran show yang hanya lebih sedikit dari standar ini, digandrungi ampe segitunya. Mungkin inilah salah satu kekuatan publikasi TV, artis dan word of mouth..


Labels